DEBT COLLECTOR

Kali ini kita akan membahas mengenai Debt Collector, sebuah profesi yang cukup dikenal namun juga cukup menakutkan bagi beberapa orang, khususnya nasabah Bank yang masih memiliki sangkutan hutang atau Kredit dengan Bank tertentu.
Debt Collector jika kita kaji secara arti harafiahnya, Debt = Hutang dan Collector = Pengumpul, jadi jika diartikan secara harfiah adalah orang yang mengumpulkan hutang, tetapi berhubung dalam Bahasa Inggris sebuah kata bisa berarti banyak tergantung pada kata atau kalimat yang mengiringinya, maka berubahlah makna collect dari kumpul menjadi tagih, sehingga dua kata diatas mempunyai arti Penagih Hutang

Penagihan utang telah ada selama ada utang dan lebih tua dari sejarah uang itu sendiri, seperti yang ada dalam sistem sebelumnya berdasarkan barter. Penagihan utang kembali ke peradaban kuno, dimulai pada era / masa Sumer di tahun 3000 SM. Dalam peradaban ini jika hutang terutang yang tidak dapat dibayar kembali, debitur dan pasangan debitur, anak-anak atau pelayan dipaksa menjadi "Budak hutang", sampai kreditor memperoleh kembali kerugian melalui kerja fisik mereka. Di bawah Babel Hukum, pedoman ketat mengatur pembayaran kembali hutang, termasuk beberapa perlindungan dasar debitur

Dalam beberapa masyarakat, hutang akan dibawa ke generasi berikutnya dan perbudakan hutang akan berlanjut. Namun beberapa masyarakat awal memberikan pengampunan utang secara berkala seperti jubile atau akan menetapkan batas waktu untuk utang debitur

Baik masalah Alkitab dan Alquran pembatasan tegas tentang berapa banyak bunga untuk dikenakan pada pinjaman. Agama-agama Ibrahim mengecilkan hati pinjaman dan melarang kreditor menagih bunga atas hutang.

Pada Abad Pertengahan, hukum muncul untuk berurusan secara khusus dengan debitur. Jika kreditor tidak dapat menagih hutang, mereka dapat membawa debitor ke pengadilan dan mendapatkan penilaian terhadap debitor. Hal ini mengakibatkan petugas pengadilan pergi ke rumah debitur dan mengumpulkan barang-barang sebagai ganti dari hutang, atau debitur dikirim ke penjara debitur sampai keluarga debitur dapat melunasi hutang atau sampai kreditor memaafkannya

Di wilayah pendudukan Kekaisaran Romawi, pemungut pajak sering dikaitkan dengan pemerasan, keserakahan, dan penyalahgunaan kekuasaan

Di Inggris abad pertengahan, catchpole, sebelumnya seorang pengumpul pajak freelance, adalah seorang pejabat hukum, bekerja untuk juru sita, yang bertanggung jawab untuk menagih hutang, menggunakan metode yang sering memaksa.Selama Depresi Hebat tahun 1930-an di Amerika Serikat, lembaga keuangan besar sangat bergantung pada penyitaan untuk mengumpulkan utang hipotek yang beredar, yang memperoleh persepsi publik yang sangat negatif

Saat ini di Indonesia kita juga sering menemukan perilaku Debt Collector yang sangat mirip dan bahkan melebihi Catchpole diatas. Lalu apakah mereka boleh seperti itu??, Siapakah mereka, karyawan Bank atau Bukan ??
Mari kita simak POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan) dibawah ini, pada pasal 49


Dari POJK tersebut diatas, jelas diketahui bahwa memang ada kerjasama resmi atau memang dibolehkan oleh pemerintah bagi Institusi BANK untuk menggunakan Jasa dari lembaga / perusahaan yang bergerak dibidang Debt Collector. 

Mengenai mekanisme kerjasama antara Bank dengan Debt Collector juga ada bermacam bentuk, salah satu yang saya ketahui adalah bentuk lelang hutang, artinya Bank menentukan beberapa customer yang akan “dijual” atau “diorder” kepada perusahaan Debt Collector dalam hal jumlah hutang yang Bank ingin ditagih, biasanya angka ini lebih kecil dari Hutang customer tersebut, dan angka ini adalah angka kesepakatan antara Bank dengan Debt Collector. Karena selisih dari angka yg diinginkan Bank dengan jumlah yang berhasil ditagih akan menjadi keuntungan Pihak Debt Collector. 

Ada juga mekanisme lain yang saya tidak ketahui, karena memang pada POJK tersebut tidak ada ditentukan secara rinci mengenai mekanisme kerjasamanya.
Dibawah ini kita lihat lanjutan dari pasal 49 diatas :
Di point ini dapat kita lihat syarat – syarat yang harus dipenuhi jika ingin menjadi Debt Collector rekanan sebuah Bank atau lembaga keuangan, salah satunya adalah memiliki kompetensi dibidangnya yang dibuktikan dengan adanya sertifikasi dibidang penagihan. Dan pada point (4) disebutkan bahwa Perusahaan – dalam hal ini Bank terkait – wajib bertanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan dari kerjasama tersebut.

Jadi jika ada sahabat Infokreditbank yang bermasalah dengan Debt Collector, jangan mencari perusahaan Debt Collector tersebut, karena akan membuang – buang waktu dan tenaga, melainkan segera kunjungi Bank bersangkutan, sampaikan keluhan sahabat disana.. 

(ajh)

No comments:

Post a Comment