ITIKAD BAIK DALAM KREDIT

Beberapa hari yang lalu, seorang teman di Kantor tiba-tiba mengundurkan diri dari pekerjaannya karena sebab yang tidak jelas. Karena tidak seorangpun yang mengetahui sebabnya, terkecuali mungkin bagian HRD atau SDM dari surat pengunduran diri yang diajukannya.


Selang beberapa hari, seorang teman lain menyampaikan bahwa teman tersebut berhenti karena ingin "Menghilang" sementara, karena sudah tidak sanggup dikejar-kejar bahkan diburu oleh Debt Collector hingga ke kantor. Saya tercenung sejenak memikirkan hal tersebut. Apa benar..?? Masa Iya sih..??

Karena sepengetahuan saya, Debt Collector dalam melakukan penagihan juga masih di atur oleh ketentuan-ketentuan tertentu, dan lagi dengan berhenti bekerja apakah ini akan menyelesaikan masalah..???
Malah kemungkinan besar semakin membawa masalah, disebabkan sumber Dana untuk pembayarannya semakin mengecil (kita anggap ybs memliki usaha lain).

Pertanyaan lain muncul, apakah memang sudah tidak ada jalan lain..., Seharusnya masih ada jika ada ITIKAD BAIK dari si peminjam tersebut. Selama saya menangani kredit baik lancar maupun yang bermasalah, BANK tidak akan melakukan eksekusi apapun, apalagi hingga melimpahkan kreditnya ke Debt Collector sebagai pihak ketiga, jika ada Itikad baik dari nasabah, Itikad Baik ini yang melindungi nasabah jika di kemudian hari kredit atau pinjaman tersebut dibawa ke ranah hukum.

Itikad Baik yang dimaksud disini adalah, kemauan peminjam atau debitur untuk selalu melakukan pembayaran seberapa pun mampunya, dan debitur masih dapat dihubungi atau di temui oleh pihak BANK yang bersangkutan.

Ada kalanya memang terkadang dari pihak BANK akan menolak jika setoran yang diberikan terlalu sedikit dibandingkan angsuran yang harusnya dibayar oleh si debitur. Namun dengan tekhnologi masa kini, Kita sebagai Debitur harusnya tidak perlu khawatir, karena pinjaman di Bank itu selalu dibuatkan rekening khusus pinjaman, jadi kita hanya perlu melakukan transfer dan pihak BANK tidak akan bisa menolak setoran tersebut.

Jika kasusnya sudah masuk ke pihak ketiga atau Debt Collector, mungkin memang Itikad Baik ini tidak terlalu berpengaruh, karena debt collector tersebut bukanlah karyawan BANK, melainkan pihak ketiga sebagai penyedia jasa untuk melakukan penagihan dengan mekanisme tertentu (akan dibahas di postingan berikutnya )

Oke sahabat semua...

Selalulah beritikad baik, agar kita dapat menyelesaikan pinjaman kita dengan tenang.., sayang sekali teman saya tersebut tidak menanyakan dulu pendapat saya sebelum resign.. hehehee...

No comments:

Post a Comment